shopify visitor statistics
Saturday , August 19 2017
Breaking News
Home / 2015 / April

Monthly Archives: April 2015

Mata pelajaran apa saja yang boleh dilakukan ekuivalensi?

Mata pelajaran apa saja yang boleh dilakukan ekuivalensi pembelajaran/pembimbingan untuk pemenuhan beban mengajar guru dan pada jenjang pendidikan apa?

Bukan mata pelajaran yang diekuivalensikan kegiatan pembelajarannya, tetapi guru SMP/SMA/ SMK yang mengajar mata pelajaran tertentu pada rombongan belajar yang melaksanakan Kurikulum 2013 pada semester pertama menjadi Kurikulum Tahun 2006 pada semester kedua tahun pelajaran 2014/2015 yang dapat melakukan ekuivalensi kegiatan pembelajaran/ pembimbingan di luar tatap muka sebagai bagian dari pemenuhan beban kerja tatap muka minimal 24 jam per minggu. Mereka yang terkena dampak adalah yang mengajar:

Mata pelajaran di SMP meliputi

1) Bahasa Indonesia,
2) Ilmu Pengetahuan Alam,
3) Matematika,
4) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan,
5) Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan,
6) Seni Budaya, dan
7) TIK.

Mata pelajaran di SMA meliputi

1) Geografi,
2) Matematika,
3) Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan,
4) Sejarah, dan
5) TIK.

Mata pelajaran di SMK meliputi

1) Bahasa Indonesia,
2) Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan,
3) Sejarah, dan
4) TIK/Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI).

Berdasarkan penjelasan di atas, bagaimana dengan guru SD…? Apakah terkena dampak ekuivalensi..? sehingga menimbulkan pertanyaan lanjutan. Dari uraian mata pelajaran tersebut, mengapa guru-guru di Sekolah Dasar tidak terkena dampak?

Guru di sekolah dasar merupakan guru kelas, yang beban kerjanya sudah bisa mencukupi 24 jam tatap muka per minggu dan bahkan bisa lebih dari itu berdasarkan struktur program kurikulum.

Dari uraian di atas yang terkena dampak ekuivalensi kegiatan pembelajaran adalah khusus guru yang mengajar di SMP, SMA dan SMK. Bagi guru SD dampak tersebtu tdiak terjadi karena masih dapat mencukupi kegiatan jam mengajar sebanyak 24 jam. Guru yang mengajar di MTs., MA dan MAK juga kena dampak tersebut karena jenjang pendidikannya sama dengan guru SMP, SMA dan SMK. Kecuali untuk guru di MI setara dengan SD.

Lihat Mengapa Kemdikbud melakukan ekuivalensi kegiatan pembelajaran?

Apakah ekuivalensi berlaku untuk semua guru di semua rombel?

Ekuivalensi kegiatan pembelajaran, yang sebelumnya mengajar menggunakan kurikulum 2013 dan kemudian kembali menerapakan kurikulum 2006 atau KTSP, tentunya semua sekolah yang secara serentak melakukan perubahan, sehingga setiap guru akan mengalami perubahan jumlah jam. Hal ini menimbulkan pertanyaan Apakah ekuivalensi berlaku untuk semua guru di semua rombel? simak jawabannya berikut : Read More »

Tahap Penyusunan dan Pengumpulan Dokumen RPL

Penyusunan Dokumen RPL

Peserta sertifikasi guru melalui PPGJ tahun 2015 yang telah ditetapkan harus menyusun dokumen RPL serta melampirkan fotocopy Format A1 yang telah ditandatangani oleh dinas pendidikan. Dokumen RPL yang harus disusun oleh peserta meliputi komponen-komponen sebagaimana dicantumkan dalam tabel pada artikel (Baca : Apa itu Rekognisi Pembelajaran Lampau atau disingkat RPL ?)

Ketentuan lebih rinci dari penyusunan dokumen RPL dapat dilihat di Panduan Penyusunan dan Penilaian RPL. Read More »

Contoh Deskripsi Diri dalam dukumen RPL pada Sertifikasi Guru 2015

Sebagaimana yang telah di berikan pada artikel tentang RPL (Baca : Apa itu Rekognisi Pembelajaran Lampau atau disingkat RPL ?) yang menyatakan bahwa salah satu komponen dalam RPL adalah Deskripsi diri. Deskripsi diri digunakan sebagai alat bagi guru untuk menjelaskan keunggulan atau kebanggaan pribadi seorang guru atas prestasi dan/atau kontribusi yang telah dilakukan dalam menjalankan karirnya sebagai guru, khususnya terkait dengan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi guru. Dalam deskripsi diri ini guru diminta menguraikan dengan jelas apa saja yang telah dilakukan yang dapat dianggap sebagai pengalaman bermakna dan/atau kontribusi bagi pelaksanaan tugas pokok dan fungsi guru. Deskripsi diri perlu dilengkapi dengan contoh nyata yang dialami/dilakukan dalam kehidupan profesi sebagai guru. Guru dapat mendeskripsikan perannya sebagai motivator, inspirator, fasilitator,  dan menumbuhkan rasa keingintahuan (curiosity). Deskripsi diri mencakup tiga aspek, yaitu: pengembangan kualitas pembelajaran, pengembangan institusi sekolah, dan pengembangan kegiatan kesiswaan.

Adapun komponen deskripsi diri yaitu : Read More »

Apa tujuan dilakukannya ekuivalensi?

Bagi guru yang mengalami pengurangan jumlah jam mengajara tentunya menimbulkan petanyaan mengapa harus ada ekuivalensi dan apa tujuan ekuivalensi tersebut? Simak jawabannya berikut : Read More »

Scroll To Top