Tuesday , January 19 2021
Breaking News
Home / Panduan / Data Peserta PLPG di Rayon 125 Universitas Tadulako Tahun 2015
Data Peserta PLPG di Rayon 125 Universitas Tadulako Tahun 2015

Data Peserta PLPG di Rayon 125 Universitas Tadulako Tahun 2015

Sehubungan dengan pelaksanaan sertifikasi guru pada tahun 2015, data peserta PLPG di Rayon 125 Universitas Tadulako tahun 2015 berjumlah 1.093 orang. Data peserta PLPG tahun 2015 di peroleh langsung dari Konsorsium Sertifikasi Guru (KSG). Peserta tersebar di seluruh kabupaten kota dengan rincian jumlah masing-masing seperti pada tabel berikut :

Kota/KabupatenBhs. InggrisGuru TKGuru SDIPAIPSPenjasTotal
Banggai –124922974
Bangkep –1211115
Balut –16 – –310
Buol1934231362
Donggala –30702128131
Morowali136011369
Morut –164722269
Parimo215165 –318203
Poso425100 – –27156
Sigi37411 –557
Tojo Una-Una12503 –561
Toli Toli31791 –18120
Palu –1439 – –1366
JUMLAH1515176414141351093

Berdasarkan tabel di atas, peserta yang di sertifikasi di Rayon 125 Universitas Tadulako hanya untuk bidang studi Guru SD, Guru TK, Bahasa Inggris, IPS, Penjaskes dan IPA. Bidang Studi selain bidang studi tersebut dilaksanakan di rayon lain.

Keterbatasan jenis program studi yang di sertifikasi di Universitas Tadulako di karenakan jumlah peserta yang terdaftar sangat sedikit kurang dari 8 orang, sehingga tidak memungkinkan untuk membuka satu kelompok peer teaching.

Daftar nama peserta yang terdaftar di Rayon 125 Universitas Tadulako dapat anda cek secara langsung dengan mengunjungi halaman berikut : PESERTA PLPG 2015 . Mengecek nama peserta dapat dilakukan dengan memasukkan nomor NUPTK masing-masing sebanyak 7 digit, lalu mengklik (Klik untuk Melihat).

Pencarian berdasarkan NUPTK di gunakan sebagai jalan untuk menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, seperti penipuan dengan mengatasnamakan ketua PSG, Rektor maupun LPMP dengan menjanjikan kelulusan tanpa mengikuti Proses yang seharusnya.

Perlu kami sampaikan bahwa data diperoleh langsung dari KSG, dan tidak berdasarkan kedekatan dengan pihak-pihak tertentu. Adapun posedur penetapan peserta di urut berdasarkan kriteria yang telah di tentukan dala Buku 1 Panduan Sertifikasi Tahun 2015.

Guru yang dapat mengikuti Sertifikasi Guru harus memenuhi persyaratan sebagai berikut.

  1. Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).
  2. Guru yang telah mengajar sebelum 30 Desember 2005.
  3. Guru yang belum memiliki sertifikat pendidik dan masih aktif mengajar di sekolah di bawah pembinaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kecuali guru Pendidikan Agama.
  4. Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) dari perguruan tinggi yang memiliki program studi yang terakreditasi atau minimal memiliki ijin penyelenggaraan, bagi perguruan tinggi swasta dibuktikan dengan surat keterangan akreditasi yang dapat diperoleh dari Direktori SK Hasil Akreditasi Program Studi (http://ban-pt.kemdiknas.go.id/direktori.php) kecuali yang akreditasinya sudah tercantum dalam ijazah bagi lulusan perguruan tinggi swasta. Bagi guru PNS yang memperoleh ijazah S-1 ketika menjabat sebagai guru dan yang bersangkutan pada SK pangkat terakhir belum S1/DIV, wajib melampirkan surat ijin belajar atau tugas belajar dari dinas pendidikan/pejabat yang berwenang, sedangkan bagi guru bukan PNS dilengkapi dengan surat pernyataan dari ketua yayasan bahwa yang bersangkutan mengikuti studi lanjut ke S-1/DIV.
  5. Guru bukan PNS pada sekolah swasta yang memiliki SK pengangkatan sebagai guru tetap dari penyelenggara pendidikan (guru tetap yayasan/GTY) minimum 2 tahun secara terus menerus yang dibuktikan dengan SK Guru Tetap Yayasan, sedangkan guru bukan PNS pada sekolah negeri harus memiliki SK pengangkatan dari Bupati/Walikota/Gubernur/Pejabat yang berwenang.
  6. Pada tanggal 1 Januari 2016 belum memasuki usia 60 tahun.
  7. Sehat jasmani dan rohani dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari dokter. Jika peserta diketahui sakit pada saat datang untuk mengikuti PLPG yang menyebabkan tidak mampu mengikuti kegiatannya, maka LPTK berhak meminta pemeriksaan ulang terhadap kesehatan peserta tersebut. Jika hasil pemeriksaan kesehatan menyatakan peserta tidak sehat, LPTK berhak menunda atau membatalkan keikutsertaan yang bersangkutan dalam PLPG.
  8. Guru yang telah memiliki sertifikat pendidik (Sertifikasi kedua) dengan ketentuan:
    Guru PNS yang sudah dimutasi sebagai tindak lanjut dari Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, dan Menteri Agama Nomor 05/X/PB/2011, Nomor SPB/03/M.PAN-RB/10/2011, Nomor 48 Tahun 2011, Nomor 158/PMK.01/2011, Nomor 11 Tahun 2011 tentang Penataan dan Pemerataan Guru Pegawai Negeri Sipil dan Permendikbud Nomor 62 Tahun 2013 tentang Sertifikasi Guru dalam Jabatan dalam Rangka Penataan dan Pemerataan Guru, harus memiliki Surat Keputusan Mutasi dari Bupati/Walikota/Pejabat yang berwenang. Guru PNS yang memerlukan penyesuaian sebagai akibat penerapan Kurikulum 2013 yang meliputi:
    1) guru bersertifikat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK kode 224), Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI kode 330) diharuskan memiliki kualifikasi S-1/D-IV yang linier dengan bidang studi sertifikasinya;
    2) guru IPA di SMK (kode 097), IPS di SMK (kode 100), Keterampilan di SMP dan SMA (kode 227), Kewirausahaan di SMK (kode 331)
    Guru bukan PNS yang sudah dimutasi oleh yayasan pada bidang studi sertifikasi yang berbeda karena alasan linieritas, diusulkan oleh kepala sekolah dan disetujui oleh kepala dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota.
  9. Guru yang diangkat dalam jabatan pengawas dengan ketentuan: (a) diangkat menjadi pengawas satuan pendidikan sebelum berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru (1 Desember 2008), dan (b) memiliki usia setinggi-tingginya 50 tahun pada saat diangkat sebagai pengawas satuan pendidikan.

CEK DAFTAR PESERTA PLPG TAHUN 2015

Scroll To Top