Tuesday , January 19 2021
Breaking News
Home / Beranda / Bagaimana Mengembangkan Instrumen Penelitian

Bagaimana Mengembangkan Instrumen Penelitian

Bagi guru-guru, mungkin sering membuat penelitian khususnya PTK. Sebuah penelitian suatu hal yang sulit dilakukan adalah membuat instrumen penelitian. Berikut di berikan tulisan bagaimana mengembangkan instrumen penelitian.

Instrumen penelitian merupakan alat-alat yang digunakan untuk memperoleh atau mengumpulkan data dalam rangka memecahkan masalah penelitian atau mencapai tujuan penelitian. Jika, data yang diperoleh tidak akurat (valid), maka keputusan yang diambil pun akan tidak tepat. Berdasarkan beberapa pengertian di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan untuk mendapatkan dan mengumpulkan data penelitian, sebagai langkah untuk menemukan hasil atau kesimpulan dari penelitian dengan tidak meninggalkan kriteria pembuatan instrumen yang baik.

LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN DAN PENGEMBANGAN INSTRUMEN

Menurut Hadjar, dalam suatu penelitian tertentu, peneliti harus mengikuti langkah-langkah pengembangan instrumen, yaitu:

  1. Mendefinisikan variabel;
  2. Menjabarkan variabel ke dalam indikator yang lebih rinci;
  3. Menyusun butir-butir;
  4. Melakukan uji colba;
  5. Menganalisis kesahihan (validity) dan keterandalan (reliability).

Suryabrata berpendapat bahwa langkah-langkah pengembangan alat ukur khususnya atribut non-kognitif adalah:

  1. Pengembangan spesifikasi alat ukur;
  2. Penulisan pernyataan atau pertanyaan;
  3. Penelaahan pernyataan atau pertanyaan;
  4. Perakitan instrumen (untuk keperluan uji-coba);
  5. Uji-coba;
  6. Analisis hasil uji-coba;
  7. Seleksi dan perakitan instrumen;
  8. Administrasi instrumen;
  9. Penyusunan skala dan norma

Secara lebih rinci, Djaali dan Muljono menjelaskan langkah-langkah penyusunan dan pengembangan instrumen yaitu:

  1. Sintesa teori-teori yang sesuai dengan konsep variabel yang akan diukur dan buat konstruk variabel
  2. Kembangkan dimensi dan indikator variabel sesuai dengan rumusan konstruk variabel
  3. Buat kisi-kisi instrumen dalam bentuk tabel spesifikasi yang memuat dimensi, indikator, nomor butir dan jumlah butir untuk setiap dimensi dan indikator
  4. Tetapkan besaran atau parameter yang bergerak dalam suatu rentangan kontinum dari suatu kutub ke kutub lain yang berlawanan
  5. Tulis butir-butir instrumen baik dalam bentuk pertanyaan maupun pernyataan. Biasanya butir instrumen digolongkan menjadi dua kelompok yaitu kelompok pernyataan atau pertanyaan positif dan kelompok pernyataan atau pertanyaan negatif
  6. Butir yang ditulis divalidasi secara teoritik dan empirik
  7. Validasi pertama yaitu validasi teoritik ditempuh melalui pemeriksaan pakar atau panelis yang menilai seberapa jauh ketepatan dimensi sebagai jabaran dari konstruk, indikator sebagai jabaran dimensi dan butir sebagai jabaran indikator
  8. Revisi instrumen berdasarkan saran pakar atau penilaian panelis
  9. Setelah konsep instrumen dianggap valid secara teoritik dilanjutkan penggandaan instrumen secara terbatas untuk keperluan uji coba
  10. Validasi kedua adalah uji coba instrumen di lapangan yang merupakan bagian dari proses validasi empirik. Instrumen diberikan kepada sejumlah responden sebagai sampel yang mempunyai karakteritik sama dengan populasi yang ingin diukur. Jawaban responden adalah data empiris yang kemudian dianalisis untuk menguji validitas empiris atau validitas kriteria dari instrumen yang dikembangkan
  11. Pengujian validitas krtieria atau validitas empiris dapat dilakukan dengan menggunakan kriteria internal maupun kriteria eksternal
  12. Berdasarakn kriteria tersebut dapat diperoleh butir mana yang valid dan    butir yang tidak valid
  13. Untuk validitas kriteria internal, berdasarkan hasil analisis butir yang tidak  valid dikeluarkan atau direvisi untuk diujicobakan kembali sehingga menghasilkan semua butir valid.
  14. Dihitung koefisien reliabilitas yang memiliki rentangan 0-1, makin tinggi koefisien reliabilitas instrumen berarti semakin baik kualitas instrumen
  15. Rakit semua butir yang telah dibuat menjadi instrumen yang final

Demikian langkah-langkah bagaimana menyusun instrumen penelitian. Memang agak sulit dilakuan, namun dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang maksimal tidaklah sesulit apa yang dibayangkan. Selamat mencoba.

 

Scroll To Top