Tuesday , January 19 2021
Breaking News
Home / Author Archives: Rayon 125 (page 25)

Author Archives: Rayon 125

Cara membaca kode Nomor Peserta Sertifikasi Guru

Pembayaran tunjangan sertifikasi guru pada akhir-akhir ini muncul berbagai persoalan yang membuat beberapa guru menjadi gelisa. Mulai ketika jumlah jam mengajar tidak mencukupi 24 jam setiap minggu, sampai saat ini muncul persoalan baru ketika data dapodik di luncurkan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penjaminan Mutu, beberapa guru datanya tidak valid ketika diinput di sistem dapodik. Persoalan ini memunculkan beberapa pertanyaan bagi guru, hingga menibulkan prasangka yang tidak baik bagi operator dapodik.  Pertanyaan ini harus terjawab agar para guru dapat memahami dan tidak menimbulkan prasangka yang tidak baik. Info sertifikasi guru dapat menjawab hal ini, cukup memahami arti nomor peserta sertifikasi yang telah dimiliki oleh guru. Nomor peserta ini penting untuk di ketahui agar guru dapat mengetahui beberapa hal terkait data sertifikasi guru.

Nomor peserta sertifikasi guru terdiri dari 14 (empat belas) angka. Angka ini terbagi dalam 6 (enam) kelompok yang masing-masing memiliki arti. Arti dari angka tersebut adalah tahun sertifikasi, provinsi, kabupaten, bidang studi, kementerian, dan nomor urut yang di keluarkan dari masing-masing kabupaten/kota.

Memahami kode peserta berikut saya jelaskan satu persatu agar guru dapat memahaminya. Saya akan mengambil salah satu contoh nomor peserta yaitu 09180802010888. Membaca nomor peserta ini kemudian saya bagi menjadi enam bagian dengan seperti contoh :

09 18 08 020 1 0888

Sekarang apa arti masing-masing kelompok tersebut?. Saya mulai dari kelompok pertama yaitu 09 menunjukkan kode tahun sertifikasi. Jadi bagi guru yang memiliki nomor peserta yang diawali dengan 09 berarti guru tersebut di sertifikasi pada tahun 2009. Jika kodenya 10 berarti di sertifikasi pada tahun 2011, begitu seterusnya.

Kelompok kode selanjutnya ada 18, menujukkan provinsi tempat sertifikasi dan terkait dengan rayon pelaksana sertifikasi guru. Kode 18 menunjukkan kode Provinsi Sulawesi Tengah atau disertifikasi di Rayon 125 Universitas Tadulako.

Kelompok berikutnya adalah kode Kabupaten/Kota. Kode 08 seperti contoh yang saya berikan menjukan peserta bersal dari kabupaten Parigi Moutong. Kode 60 dari Kota Palu, 01 dari Banggai Kepulauan, dan 02 Donggala. Khusus kode 02 ada yang berasal dari Kabupaten Sigi, karena saat pelaksanaan sertifikasi guru guru yang bersangkutan masih berada di bawah naungan Kabupaten Donggala.

Selanjutnya 020 yang terdiri dari 3 angka, menjukkan kode bidang studi sertifikasi. Kode 020 merupakan kode dari bidang studi Guru Kelas TK, selanjutnya untuk kode yang lainnya dapat anda download (klik disini) atau disini. Kode bidang studi ini hanya berlaku untuk setiap jenjang pendidikan (TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA). Adapula kode yang berlaku untuk jenjang SMP dan SMA seperti contoh kode PKn, Matematika, dan Bahasa Indonesia, dan beberapa kode lainnya. (Klik disini)

Angka 1 pada kode berikutnya menunjukkan Departemen atau Kementerian tempat guru mengabdi. Angka 1 menunjukkan guru yang bersangkutan berada dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kode 2 berarti di bawah naungan Kementerian Agama, kode 3 Kementerian Kelautan, kode 4 Kementerian Perindustrian, dan kode 5 Kementerian Pertanian.

Kelompok yang terkahir yang terdiri dari 4 angka merupakan nomor urut. Urutan angka yang menjadi syarat sertifikasi guru yang diurut berdasarkan Kabupaten Kota.

Nasib guru yang disertifikasi tidak sesuai bidang studi

Muncul beberapa persoalan terkait dengan sertifikasi guru yang tidak sesuai dengan bidang studi yang diajarkan, ketika melakukan validasi di data dapodik yang diluncurkan oleh badan pengembangan suber daya manusian. Beberapa guru tidak tervalidasi datanya di sistem dapodik. Sistem dapodik melakukan validasi berdasarkan kode sertifikasi berdasarkan jenjang mengajar dan bidang studi yang diajarkan atau bidang studi sertifikasi. Seperti contoh kode mata pelajaran Sejarah kode 204 hanya ada di jenjang SMA atau SMK. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan kode 100, hanya ada di jenjang SMP. Sementara mata pelajaran fisikadengan kode 184 dan biologi kode 180 hanya ada di jenjang SMA atau SMK.

Hal ini sudah banyak terjadi dikalangan guru-guru. Seperti guru yang di Sekolah Luar Biasa (SLB) yang disertifikasi sebagai guru kelas, mengajar di SMP dengan sertifikasi sejarah, ekonomi, geografi, fisika dan biologi, bahkan guru di sekolah teknik yang sekarang hanya ada bidang studi keterampilan yang disertifikasi sebagai keterampilan teknik.

Tunjangan sertifikasi guru yang tidak dapat di bayarkan sebagai contoh kasus ketika seorang guru sejarah yang disertifikasi di jenjang pendidikan SMA, dan setelah beberapa lama karena jenjang karier, guru yang bersangkutan diangkat menjadi kepala sekolah di SMP. Sebagai kepala sekolah untuk dapat dibayarkan tunjangan sertifikasinya maka dia harus mengajar untuk mencukupi jamnya menjadi 24 jam per minggu. Namun di jenjang SMP, mata pelajaran sejarah tidak diajarkan atau tidak ada, sehingga kepala sekolah atau guru tersebut mengajar IPS Terpadu dengan mangambil materi sejarah untuk diajarkan. Dalam pelaksanaannya hal ini tidak salah, namun di data sistem dapodik, hal ini tidak dapat diterima atau tidak valid, karena sistemnya menganggap guru yang desertifikasi bidang studi sejarah tidak dapat mengajar IPS Terpadu. Bahkan ada yang mengatakan sistem dapodik SMP berada dalam jenjang pendidikan dasar, sedangkan SMA berada dalam jenjang pendidikan menengah. Ini terungkap ketika seorang guru datang ke panitia sertifikasi guru Rayon 125, mengadukan nasibnya agar datanya dapat tervalidasi.

Pertanyaan yang muncul, bagaimana penyelesaiannya jika terjadi hal sebaliknya? seperti

  1. Disertifikasi di SMP dengan bidang studi Sejarah, Geografi, Ekonomi dan mengajar IPS Terpadu atau Disertifikasi di SMP dengan bidang studi Biologi, Fisika dan mengajar IPA Terpadu
  2. Disertifikasi di SMP dengan bidang studi Sejarah, Geografi, Ekonomi, Biologi dan Fisika, dan sekarang dipindahkan ke SMA
  3. Disertifkasi Guru Kelas, mengajar di Sekolah Luar biasa dan
  4. Bagaimana pula nasib guru yang di sertifikasi tidak sesuai dengan Ijazah S1? seperti guru PKn dengan S1 Jurusan Agama

Beberapa persoalan ini akan diberikan pada artikel berikutnya.

Baca juga artikel cara membaca kode Nomor Peserta Sertifikasi Guru

Sertifikat Pendidik, guru yang lulus PLPG Tahun 2014

Artikel ini ditulis karena ada beberapa guru yang datang bertanya kapan sertifikat di berikan ke guru yang telah dinyatakan lulus.

Saat ini pelaksanaan PLPG tahun 2014 dapat dinyatakan telah selesai. Semua rayon pelaksana sertifikasi guru di seluruh Indonesiatelah melaksanakan ujian ulang 2, yang merupakan tahapan akhir bagi guru yang mengikuti PLPG. Namun jika dalam ujian ulang 2, guru masih dinyatakan tidak lulus maka guru yang bersangkutan akan diikutkan lagi sertifikasi guru pada tahun depan. Metode pelaksanaan Sertifikasi Guru tahun depan akan berbeda dengan dengan tahun-tahun sebelumnya. (Baca : bentuk pelaksanaan sertifikasi guru tahun 2015)

Bagi guru yang dinyatakan lulus PLPG pada tahun 2014, apakah yang bersangkutan lulus langsung saat mengikuti PLPG, lulus ujian ulang 1 dan lulus ujian ulang 2 akan di berikan sertifikat pendidik. Sertifikat pendidik merupakan bukti seorang guru telah menempuh proses sertifikasi dan dapat dinyatakan sebagai guru profesional. Sebagaimana UU Undang-Undang Republik Indonesia Nomor: 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen menyatakan bahwa Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor: 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen).

Mendapatkan pengakuan sebagai guru profesional maka seorang guru harus mengikuti proses yaitu sertifikasi. Sertifikasi guru yang sejak tahun 2007 sampai sekarang telah banyak menghasilkan guru profesional. Guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pengakuan kedudukan guru sebagai tenaga profesional dibuktikan dengan sertifikat pendidik. Sertifikat pendidik adalah bukti formal sebagai pengakuan yang diberikan kepada guru sebagai tenaga profesional.

Ada sekitar 2.306.015 guru yang direncanakan akan di sertifikasi secara bertahap selama 10 tahun (Depdiknas, 2008). Direktur Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Ditjen Dikdas Kemdikbud, Sumarna Surapranata menjelaskan bahwa sampai sekarang,  guru PNS dan non PNS di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang sudah bersertifikat pendidik masing-masing sebanyak 1.236.540 dan 206.493 orang guru. Untuk pendidikan dasar, guru PNS dan non PNS masing-masing sebanyak 1.014.882 dan 97.368 orang guru.    (http://www.kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/2321).

Di Sulawesi Tengah guru yang telah disertifikasi sebanyak 20.557, yang di antaranya guru SD sebanyak 10.281. Sampai pada tahun 2013, khusus di Kota Palu, guru yang sudah bersertifikat sebanyak 3.460 orang dan yang belum bersertifikat sebanyak 3.069 orang. Ditinjau dari status kepegawaiannya, guru  yang sudah bersertifikat pendidik terdiri atas pegawai negeri sipil (PNS) sebanyak 3.261 orang dan non PNS sebanyak 199 orang, sedangkan guru yang belum bersertifikat pendidik terdiri atas PNS sebanyak 1.341 orang dan non PNS sebanyak 1.728 orang (Universitas Tadulako, 2013).

Khusus pelaksanaan sertifikasi di rayon 125 Universitas Tadulako, pada saat ini proses pencetakan sertifikat pada proses tanda tangan oleh Rektor Universitas Tadulako, dan sebagian telah di tempel foto-foto peserta. Selanjutnya setifikat tersebut di fotocopi dan dilegalisir untuk dserahkan ke peserta sertifikasi guru yang dinyatakan LULUS. Proses penyerahan sertifikat pendidik masih mengikuti proses tahun sebelumnya yaitu dengan dengan menyerahkan langsung ke Dinas Pendidikan kabupaten/kota masing-masing sehingga guru yang dinyatakan lulus tidak perlu datang ke Panitia Sertifikasi guru meminta sertifikatnya. Selanjutnya Dinas Dinas Pendidikan kabupaten/kota akan menyerahkan langsung ke masing-masing guru. Perlu kami jelaskan bahwa penyerahan sertifikat pendidik tidak dipungut biaya, termasuk ongkos foto copi yang kami keluarkan karena anggaran untuk proses tersebut telah masuk ke dalam anggaran sertifikasi guru tahun 2014.

Waktu penyerahan sertifikat pendidik ke dinas pendidikan kabupaten/kota dilaksanakan pada awal Desember 2014. Sehingga kemungkinan besar sampai ke guru sekitar pertengahan atau akhir desember 2014. Demikian semoga bermanfaat.

JOURNAL FREE

Selembar kertas, sebagai bentuk pengakuan guru profesional

Pelaksanaan sertifikasi guru dari tahun 2007-2015

Pada awal pelaksanaan sertifikasi guru pada tahun 2007, pelaksanaannya memiliki 2 jalur yaitu jalur Portofolio dan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru disingkat PLPG. Peserta sertifikasi guru yang akan mengikuti proses sertifikasi diwajibkan mengumpulkan portofolio guru selama menjadi guru. Pada saat itu banyak guru yang menolak sehingga dinas pendidikan kabupaten/kota kesulitan mencari guru untuk dapat diikutkan dalam proses sertifikasi. Read More »

Kriteria guru yang guru yang tidak dapat di bayarkan tunjangan sertifikasinya

Muncul beberapa persoalan terkait dengan sertifikasi guru yang tida sesuai dengan bidang studi yang diajarkan, ketika melakukan validasi di data dapodik yang diluncurkan oleh badan pengembangan suber daya manusian. Read More »

Scroll To Top