shopify visitor statistics
Friday , October 20 2017
Breaking News
Home / Tag Archives: sertifikasi guru tahun 2015

Tag Archives: sertifikasi guru tahun 2015

Rapat Pertemuan Instruktur PLPG Tahun 2015

Rapat Pertemuan Instruktur PLPG Tahun 2015, yang dilaksanakan di Gedung pertemuan Hotel Marecure tanggal 06 Agustus 2015. Pertemuan intruktur yang di buka langsung oleh Rektor Universitas Tadulako Prof. Dr. H. Muhammad Basir, SE, MS. Read More »

Pelaksanaan Sertifikasi Guru Tahun 2015

Pelaksanaan sertifikasi guru pada tahun 2015 melalui pendidikan profesi guru dalam jabatan atau disingkat PPGJ, pada tahun ini penetapan peserta ppgj  dilakukan oleh dirjen guru yang dulunya merupakan Badan pengembangan sumber daya manusia. Penetapan peserta didasarkan oleh rangking nilai UKA. Berdasarkan informasi yang diperoleh di halaman sertifikasi guru pada tahun 2015, saat ini dalam tahap verifikasi calon peserta, jadwal dan informasi terkait selengkapnya dapat dilihat di panduan penetapan peserta yang dapat anda download di halaman SERTIFIKASI GURU . Pada tautan tersebut  selain dapat mendownload panduan ppgj 2015 anda juga dapat  melihat daftar calon peserta ppgj tahun 2015. Bagaimana mencari nama peserta berikut panduannya Read More »

Nasib guru yang disertifikasi tidak sesuai bidang studi

Muncul beberapa persoalan terkait dengan sertifikasi guru yang tidak sesuai dengan bidang studi yang diajarkan, ketika melakukan validasi di data dapodik yang diluncurkan oleh badan pengembangan suber daya manusian. Beberapa guru tidak tervalidasi datanya di sistem dapodik. Sistem dapodik melakukan validasi berdasarkan kode sertifikasi berdasarkan jenjang mengajar dan bidang studi yang diajarkan atau bidang studi sertifikasi. Seperti contoh kode mata pelajaran Sejarah kode 204 hanya ada di jenjang SMA atau SMK. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan kode 100, hanya ada di jenjang SMP. Sementara mata pelajaran fisikadengan kode 184 dan biologi kode 180 hanya ada di jenjang SMA atau SMK.

Hal ini sudah banyak terjadi dikalangan guru-guru. Seperti guru yang di Sekolah Luar Biasa (SLB) yang disertifikasi sebagai guru kelas, mengajar di SMP dengan sertifikasi sejarah, ekonomi, geografi, fisika dan biologi, bahkan guru di sekolah teknik yang sekarang hanya ada bidang studi keterampilan yang disertifikasi sebagai keterampilan teknik.

Tunjangan sertifikasi guru yang tidak dapat di bayarkan sebagai contoh kasus ketika seorang guru sejarah yang disertifikasi di jenjang pendidikan SMA, dan setelah beberapa lama karena jenjang karier, guru yang bersangkutan diangkat menjadi kepala sekolah di SMP. Sebagai kepala sekolah untuk dapat dibayarkan tunjangan sertifikasinya maka dia harus mengajar untuk mencukupi jamnya menjadi 24 jam per minggu. Namun di jenjang SMP, mata pelajaran sejarah tidak diajarkan atau tidak ada, sehingga kepala sekolah atau guru tersebut mengajar IPS Terpadu dengan mangambil materi sejarah untuk diajarkan. Dalam pelaksanaannya hal ini tidak salah, namun di data sistem dapodik, hal ini tidak dapat diterima atau tidak valid, karena sistemnya menganggap guru yang desertifikasi bidang studi sejarah tidak dapat mengajar IPS Terpadu. Bahkan ada yang mengatakan sistem dapodik SMP berada dalam jenjang pendidikan dasar, sedangkan SMA berada dalam jenjang pendidikan menengah. Ini terungkap ketika seorang guru datang ke panitia sertifikasi guru Rayon 125, mengadukan nasibnya agar datanya dapat tervalidasi.

Pertanyaan yang muncul, bagaimana penyelesaiannya jika terjadi hal sebaliknya? seperti

  1. Disertifikasi di SMP dengan bidang studi Sejarah, Geografi, Ekonomi dan mengajar IPS Terpadu atau Disertifikasi di SMP dengan bidang studi Biologi, Fisika dan mengajar IPA Terpadu
  2. Disertifikasi di SMP dengan bidang studi Sejarah, Geografi, Ekonomi, Biologi dan Fisika, dan sekarang dipindahkan ke SMA
  3. Disertifkasi Guru Kelas, mengajar di Sekolah Luar biasa dan
  4. Bagaimana pula nasib guru yang di sertifikasi tidak sesuai dengan Ijazah S1? seperti guru PKn dengan S1 Jurusan Agama

Beberapa persoalan ini akan diberikan pada artikel berikutnya.

Baca juga artikel cara membaca kode Nomor Peserta Sertifikasi Guru

Nasib guru yang belum disertifikasi

Sehubungan dengan pelaksanaan sertifikasi guru pada tahun 2015, ternyata masih banyak guru yang belum mengikuti sertifikasi. Guru yang belum megikuti sertifikasi, bukan karena tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan, namun ada beberapa kriteria yang tidak dipenuhi seperti Kualifikasi (S1) masa kerja, dan persyaratan lainnya seperti mengikuti antrian sesuai urutan yang telah ditetapkan. Read More »

Scroll To Top